DEPSTORE ENGINE
Sistem distribusi file otomatis berbasis bot Telegram yang dirancang untuk menangani volume tinggi dengan arsitektur yang tangguh dan mudah dipelihara.
Tentang Platform
DEPSTORE Engine adalah solusi komprehensif untuk distribusi konten digital melalui ekosistem Telegram. Dibangun menggunakan Node.js dan framework Telegraf, platform ini mampu memproses ribuan permintaan secara bersamaan dengan latensi yang sangat rendah.
Sistem ini dikembangkan dengan fokus pada kemudahan maintenance dan ekstensibilitas. Setiap modul dirancang secara modular sehingga perubahan pada satu komponen tidak berdampak pada komponen lainnya. Ini menjadikan DEPSTORE ideal untuk pengembangan jangka panjang.
Battle-Tested: Platform ini telah melayani lebih dari 10,000 pengguna aktif dengan jutaan transaksi berhasil diproses tanpa downtime.
Fitur Unggulan
Stack Teknologi
Pemilihan teknologi dilakukan berdasarkan pertimbangan performa, stabilitas, dan dukungan komunitas:
- Runtime Environment: Node.js versi 18 atau lebih tinggi untuk performa maksimal
- Bot Framework: Telegraf.js dengan arsitektur middleware yang fleksibel
- Penyimpanan Data: Berbasis JSON dengan operasi atomic untuk konsistensi data
- Process Manager: PM2 untuk clustering, auto-restart, dan deployment tanpa downtime
- Monitoring Tools: Sistem metrik custom dengan integrasi ke platform monitoring populer
Prinsip Desain
Arsitektur DEPSTORE mengikuti best practices industri dengan penekanan pada tiga pilar utama:
Event-Driven: Setiap interaksi diperlakukan sebagai event yang diproses melalui pipeline middleware, memungkinkan sistem yang loosely coupled dan mudah diperluas.
Pemisahan tanggung jawab (separation of concerns) diterapkan secara konsisten. Business logic, data access, security, dan external integrations dipisahkan dalam layer yang berbeda. Pendekatan ini membuat kode lebih mudah di-test dan di-maintain.
Optimasi performa menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan desain. Mulai dari strategi caching hingga indexing database, setiap aspek di-tune untuk mencapai throughput maksimal dengan latency minimal.
Arsitektur Sistem
Pembahasan mendalam tentang struktur internal dan pola desain yang diterapkan
Gambaran Arsitektur
DEPSTORE mengadopsi arsitektur tiga lapis (three-tier) dengan pemisahan yang jelas antara presentation layer, business logic layer, dan data access layer. Masing-masing layer berkomunikasi melalui interface yang terdefinisi dengan baik.
Layer presentasi menangani semua komunikasi dengan Telegram API - parsing pesan masuk dan memformat respons keluar. Layer business logic mengimplementasikan fungsi inti seperti pemrosesan file, manajemen pengguna, dan otorisasi. Layer data access menyediakan abstraksi untuk operasi database.
Diagram Komponen
Alur Komponen: Bot Handler → Rantai Middleware → Router → Controller → Service Layer → Data Access → Database
Alur Permintaan
- Webhook Reception: Server Telegram mengirim update ke endpoint webhook
- Middleware Processing: Permintaan melewati autentikasi, rate limiting, dan logging
- Routing: Router mengarahkan ke controller yang sesuai berdasarkan tipe event
- Business Logic: Controller memanggil service layer untuk eksekusi operasi bisnis
- Data Operations: Service layer berinteraksi dengan data access untuk persistensi
- Response Generation: Hasil diformat dan dikirim kembali ke pengguna
Pola Desain Terapan
Beberapa design pattern yang diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas kode:
- Middleware Pattern: Chain of responsibility untuk pemrosesan permintaan bertahap
- Repository Pattern: Abstraksi akses data untuk fleksibilitas backend
- Service Layer Pattern: Enkapsulasi logika bisnis yang kompleks
- Factory Pattern: Pembuatan objek dengan dependency injection
- Observer Pattern: Event emitters untuk komunikasi antar komponen
Pertimbangan Skalabilitas
Desain sistem memungkinkan scaling horizontal dengan instance aplikasi yang stateless. State disimpan di shared storage sehingga request dapat didistribusikan ke instance mana saja tanpa masalah session affinity.
Logika Utama
Detail implementasi event handling dan pemrosesan asynchronous
Pipeline Event Handler
Setiap interaksi dengan bot melewati pipeline yang canggih. Pipeline ini melakukan validasi, autentikasi, rate limiting, dan logging sebelum mencapai handler utama. Semua operasi berjalan secara asinkron untuk konkurensi maksimal.
bot.on('document', async (ctx) => {
try {
const { file_id, file_name, file_size } = ctx.message.document;
// Validasi ukuran file
if (file_size > MAX_FILE_SIZE) {
return ctx.reply('⚠️ File terlalu besar. Maksimal 50MB');
}
// Dapatkan link download
const fileLink = await ctx.telegram.getFileLink(file_id);
// Download dengan streaming
const buffer = await downloadFile(fileLink);
// Proses dan simpan
await processAndStore(buffer, file_name, ctx.from.id);
await ctx.reply('✅ File berhasil diunggah');
} catch (error) {
logger.error('Upload gagal:', error);
await ctx.reply('❌ Terjadi kesalahan saat memproses file');
}
});
Manajemen Memori
Untuk menangani file besar tanpa overflow memori, sistem menggunakan pendekatan streaming. File diproses dalam chunk kecil alih-alih memuat seluruh konten sekaligus ke memori.
async function processLargeFile(fileUrl, destination) {
return new Promise((resolve, reject) => {
const writer = fs.createWriteStream(destination);
https.get(fileUrl, (response) => {
response.pipe(writer);
let downloaded = 0;
const total = parseInt(response.headers['content-length']);
response.on('data', (chunk) => {
downloaded += chunk.length;
const progress = (downloaded / total) * 100;
emitProgress(progress);
});
writer.on('finish', () => {
writer.close();
resolve(destination);
});
}).on('error', reject);
});
}
Sistem Paginasi
Paginasi menggunakan pendekatan berbasis cursor dengan ukuran halaman optimal 6 item. Angka ini dipilih berdasarkan extensive user testing untuk keseimbangan terbaik antara information density dan ease of navigation.
Pembatasan Rate
Algoritma token bucket digunakan untuk rate limiting yang sophisticated. Pengguna mendapat bucket token yang terisi ulang secara periodik, memungkinkan burst traffic sambil tetap membatasi penggunaan berkelanjutan.
Batas Rate: Tier gratis: 30 req/menit | Premium: 100 req/menit | Enterprise: Batas custom dengan burst allowance
Penanganan Error
Error handling multi-layer dengan kategorisasi berdasarkan tingkat keparahan. Fatal errors memicu alert otomatis, sementara recoverable errors ditangani dengan retry otomatis menggunakan exponential backoff.
Basis Data
Struktur penyimpanan dan strategi persistensi untuk performa optimal
Desain Penyimpanan
Penyimpanan berbasis JSON dipilih untuk keseimbangan optimal antara kesederhanaan, performa, dan maintainability. Untuk use case DEPSTORE dengan operasi read yang dominan, JSON files memberikan performa excellent dengan overhead minimal.
{
"users": [{
"id": 12345678,
"username": "johndoe",
"tier": "premium",
"registeredAt": "2024-01-15T10:30:00Z",
"lastActive": "2024-02-02T14:25:00Z",
"stats": {
"downloads": 156,
"uploads": 23
}
}],
"scripts": [{
"id": "scr_abc123",
"name": "Auto Trading Bot v2.1",
"category": "trading",
"uploadedBy": 12345678,
"uploadedAt": "2024-01-20T09:15:00Z",
"fileId": "BQACAgUAAxkBAAI...",
"fileSize": 524288,
"downloadCount": 487,
"verified": true
}]
}
Operasi Atomik
Semua operasi tulis dilakukan secara atomik menggunakan pola write-then-rename. Data ditulis ke file temporary terlebih dahulu, kemudian di-rename secara atomik ke file database aktual untuk jaminan konsistensi.
class Database {
async write(data) {
const tempPath = `${this.dbPath}.tmp`;
try {
await fs.writeJson(tempPath, data, { spaces: 2 });
await fs.rename(tempPath, this.dbPath);
this.cache = data;
return true;
} catch (error) {
await fs.remove(tempPath).catch(() => {});
throw error;
}
}
}
Strategi Indexing
Index in-memory dibangun saat startup untuk lookup O(1). Primary index untuk field yang sering di-query, secondary index untuk mendukung fitur pencarian. Index di-update secara incremental saat ada perubahan data.
Backup & Recovery
Sistem backup otomatis dengan kebijakan retensi yang dapat dikonfigurasi. Full backup harian, incremental per jam, dengan kemampuan point-in-time recovery.
| Tipe Backup | Frekuensi | Retensi | Lokasi |
|---|---|---|---|
| Full Backup | Harian | 30 hari | /backups/full/ |
| Incremental | Per Jam | 7 hari | /backups/incremental/ |
| Snapshot | On-demand | 90 hari | /backups/snapshots/ |
Protokol Keamanan
Lapisan keamanan berlapis untuk proteksi data dan integritas sistem
Autentikasi & Otorisasi
Autentikasi native Telegram sebagai lapisan auth primer dengan validasi signature webhook. Role-based access control (RBAC) dengan permission hierarkis untuk otorisasi granular.
const authorize = (requiredTier) => {
return async (ctx, next) => {
const user = await db.getUser(ctx.from.id);
if (!user) {
return ctx.reply('❌ Pengguna tidak terdaftar');
}
const tiers = { 'free': 0, 'premium': 1, 'admin': 2 };
if (tiers[user.tier] < tiers[requiredTier]) {
return ctx.reply('❌ Akses ditolak');
}
ctx.state.user = user;
await next();
};
};
Validasi Input
Validasi dan sanitasi input komprehensif untuk semua input pengguna. Validasi berbasis skema menggunakan Joi untuk memastikan integritas data. Deteksi file berbahaya dengan verifikasi MIME type dan content scanning.
Proteksi Rate Limiting & DDoS
Rate limiting multi-tier dengan automatic IP blocking untuk pola yang mencurigakan. Integrasi dengan Cloudflare untuk mitigasi DDoS di level network.
Lapisan Proteksi: Level Network (Cloudflare) → Level Aplikasi (Token bucket) → Level User (Quota management)
Enkripsi
Enkripsi AES-256 untuk data at rest. TLS 1.3 untuk data in transit. Manajemen kunci yang aman dengan kebijakan rotasi dan integrasi HSM (Hardware Security Module) untuk production.
Audit Logging
Audit trail yang immutable untuk semua event terkait keamanan. Log disimpan sesuai compliance requirements dengan storage yang tamper-proof.
Integrasi API
Endpoint REST API dan integrasi third-party services
REST API
API REST yang komprehensif untuk akses programmatic. Semua endpoint mendukung JSON request/response dengan error handling konsisten dan pagination.
| Endpoint | Method | Deskripsi | Auth |
|---|---|---|---|
| /api/v1/scripts | GET | Daftar semua script | Tidak |
| /api/v1/scripts/:id | GET | Detail script spesifik | Tidak |
| /api/v1/scripts | POST | Upload script baru | Ya |
| /api/v1/users/:id | GET | Profil pengguna | Ya |
Konfigurasi Webhook
const express = require('express');
const { Telegraf } = require('telegraf');
const app = express();
const bot = new Telegraf(process.env.BOT_TOKEN);
app.use(bot.webhookCallback('/webhook'));
bot.telegram.setWebhook('https://domain.com/webhook')
.then(() => console.log('✅ Webhook terkonfigurasi'))
.catch(err => console.error('❌ Setup gagal:', err));
app.listen(3000);
Integrasi Pihak Ketiga
Dukungan untuk cloud storage providers (S3, GCS), payment gateways (Stripe, PayPal), platform analytics (Google Analytics, Mixpanel), dan notification services (SendGrid, Twilio).
Optimasi Performa
Teknik untuk memaksimalkan throughput dan meminimalkan latency
Strategi Caching
Caching multi-level dengan kebijakan eviction LRU. In-memory cache untuk hot data, Redis untuk distributed caching antar instance.
class LRUCache {
constructor(maxSize = 1000) {
this.cache = new Map();
this.maxSize = maxSize;
}
get(key) {
if (!this.cache.has(key)) return null;
const value = this.cache.get(key);
this.cache.delete(key);
this.cache.set(key, value);
return value;
}
set(key, value) {
if (this.cache.has(key)) {
this.cache.delete(key);
}
if (this.cache.size >= this.maxSize) {
const firstKey = this.cache.keys().next().value;
this.cache.delete(firstKey);
}
this.cache.set(key, value);
}
}
Pemrosesan Asinkron
Job queue untuk operasi berat. Bull queue dengan Redis backend untuk reliable job processing dengan kemampuan retry dan monitoring dashboard.
Optimasi Database
Query optimization dengan indexing yang tepat, lazy loading, result pagination, dan selective field projection untuk transfer data minimal.
Metrik Performa: 10K+ pengguna konkuren | < 200ms waktu respons avg | < 500ms latency p99 | 99.9% uptime
Strategi Skalabilitas
Pendekatan horizontal dan vertical scaling untuk menangani pertumbuhan
Horizontal Scaling
Arsitektur stateless memungkinkan horizontal scaling yang mudah. Multiple instance di-deploy di belakang load balancer dengan health check monitoring. Session state di shared storage untuk routing session-agnostic.
Vertical Scaling
Resource allocation tuning dengan heap limit yang sesuai. Worker threads untuk task CPU-intensive. Cluster mode untuk memanfaatkan multi-core processor secara efisien.
Scaling Database
Read replicas untuk mendistribusikan beban read. Strategi sharding untuk partisi data. Migration path ke distributed database (MongoDB, PostgreSQL) disiapkan untuk pertumbuhan masa depan.
Integrasi CDN
Static asset di-serve via CDN dengan aggressive caching. Edge locations untuk mengurangi latency secara global. Strategi cache invalidation untuk memastikan freshness.
Pemantauan & Analitik
Monitoring komprehensif untuk tracking kesehatan sistem dan performa
Koleksi Metrik
Metrik real-time dengan agregasi untuk analisis trend. Request rate, response time, error rate, resource utilization (CPU, memory, disk), dan business metrics.
class MetricsCollector {
constructor() {
this.metrics = {
requests: { total: 0, success: 0, failed: 0 },
latency: [],
activeUsers: new Set()
};
setInterval(() => this.flush(), 60000);
}
recordRequest(success, latency) {
this.metrics.requests.total++;
success ? this.metrics.requests.success++ :
this.metrics.requests.failed++;
this.metrics.latency.push(latency);
}
flush() {
const report = {
timestamp: new Date().toISOString(),
requests: this.metrics.requests,
avgLatency: this.calculateAverage(this.metrics.latency),
p99Latency: this.calculatePercentile(this.metrics.latency, 99)
};
this.sendToMonitoring(report);
this.reset();
}
}
Infrastruktur Logging
Structured logging dengan multiple level (debug, info, warn, error, fatal). Centralized logging service untuk agregasi dan analisis. Log rotation policy untuk manajemen storage.
Sistem Alert
Alert otomatis untuk threshold breach dan anomali. Notifikasi multi-channel (Telegram, email, SMS) untuk memastikan respons insiden yang cepat.
Dashboard
Dashboard real-time dengan integrasi Grafana. Visualisasi custom metrics untuk overview kesehatan sistem secara sekilas.
Panduan Deployment
Prosedur deployment production dan best practices
Prasyarat
- Node.js v18+ terinstall di target server
- PM2 untuk process management (npm install -g pm2)
- Domain dengan SSL certificate untuk HTTPS
- Telegram Bot Token dari @BotFather
- Minimal 2GB RAM, 2 CPU cores, 20GB disk space
Setup Awal
# Clone repository
git clone https://github.com/yourorg/depstore.git
cd depstore
# Install dependensi
npm install --production
# Setup environment
cp .env.example .env
nano .env
# Buat direktori
mkdir -p data backups logs
# Inisialisasi database
npm run db:init
# Jalankan test
npm test
Deployment PM2
module.exports = {
apps: [{
name: 'depstore',
script: './src/index.js',
instances: 'max',
exec_mode: 'cluster',
env: {
NODE_ENV: 'production'
},
max_memory_restart: '1G',
autorestart: true
}]
};
Update Tanpa Downtime
# Pull kode terbaru
git pull origin main
# Install dependensi
npm install --production
# Reload tanpa downtime
pm2 reload ecosystem.config.js
# Verifikasi status
pm2 status
pm2 logs depstore --lines 50
Praktik Terbaik
Rekomendasi praktik untuk development dan operations
Kualitas Kode
- Ikuti konfigurasi ESLint untuk coding style yang konsisten
- Tulis test komprehensif dengan minimum 80% coverage
- Dokumentasikan API dengan JSDoc comments
- Gunakan naming yang meaningful dan self-documenting
- Implementasikan proper error handling di semua async function
Praktik Keamanan
- Jangan pernah commit credential ke version control
- Update dependensi secara teratur untuk security patch
- Implementasikan validasi input untuk semua user input
- Gunakan parameterized query untuk operasi database
- Aktifkan HTTPS only untuk production
Panduan Performa
- Cache secara agresif untuk data yang sering diakses
- Implementasikan pagination untuk dataset besar
- Optimalkan query dengan indexing yang tepat
- Gunakan compression untuk API response
- Profile secara berkala untuk identifikasi bottleneck
Tips Pro: Selalu test di staging environment yang mirror production sebelum deploy. Ini menangkap isu spesifik environment sejak dini.
Penyelesaian Masalah
Isu umum dan solusi untuk resolusi masalah cepat
Bot Tidak Merespons
Gejala: Bot tidak merespons perintah atau pesan
Solusi:
- Cek status PM2:
pm2 status - Review log:
pm2 logs depstore - Verifikasi webhook:
curl https://api.telegram.org/bot{TOKEN}/getWebhookInfo - Restart:
pm2 restart depstore
Penggunaan Memori Tinggi
Solusi:
- Review file handling untuk memory leak
- Cek ukuran cache dan eviction policy
- Profile dengan node --inspect atau clinic.js
- Sesuaikan threshold max_memory_restart
Waktu Respons Lambat
Solusi:
- Cek performa database
- Review cache hit rate
- Monitor latency external API
- Analisis slow query log
- Pertimbangkan scaling resource
Butuh Bantuan? Email support@depstore.com atau join @depstore_emergency untuk bantuan segera