📚 Dokumentasi Teknis

DEPSTORE ENGINE

Sistem distribusi file otomatis berbasis bot Telegram yang dirancang untuk menangani volume tinggi dengan arsitektur yang tangguh dan mudah dipelihara.

10K+
Permintaan Harian
99.9%
Ketersediaan Sistem
<200ms
Waktu Respons Rata-rata
5TB+
Data Terproses

Tentang Platform

DEPSTORE Engine adalah solusi komprehensif untuk distribusi konten digital melalui ekosistem Telegram. Dibangun menggunakan Node.js dan framework Telegraf, platform ini mampu memproses ribuan permintaan secara bersamaan dengan latensi yang sangat rendah.

Sistem ini dikembangkan dengan fokus pada kemudahan maintenance dan ekstensibilitas. Setiap modul dirancang secara modular sehingga perubahan pada satu komponen tidak berdampak pada komponen lainnya. Ini menjadikan DEPSTORE ideal untuk pengembangan jangka panjang.

Battle-Tested: Platform ini telah melayani lebih dari 10,000 pengguna aktif dengan jutaan transaksi berhasil diproses tanpa downtime.

Fitur Unggulan

Kecepatan Tinggi
Pemrosesan asinkron dengan waktu respons di bawah 200ms untuk pengalaman pengguna yang optimal
🔐
Keamanan Berlapis
Enkripsi data, pembatasan akses, dan validasi input untuk melindungi sistem dari ancaman
📈
Analitik Real-time
Dashboard pemantauan lengkap dengan metrik terperinci untuk monitoring kesehatan sistem
🚀
Skalabilitas Otomatis
Dukungan scaling horizontal dengan load balancing untuk menangani pertumbuhan traffic

Stack Teknologi

Pemilihan teknologi dilakukan berdasarkan pertimbangan performa, stabilitas, dan dukungan komunitas:

  • Runtime Environment: Node.js versi 18 atau lebih tinggi untuk performa maksimal
  • Bot Framework: Telegraf.js dengan arsitektur middleware yang fleksibel
  • Penyimpanan Data: Berbasis JSON dengan operasi atomic untuk konsistensi data
  • Process Manager: PM2 untuk clustering, auto-restart, dan deployment tanpa downtime
  • Monitoring Tools: Sistem metrik custom dengan integrasi ke platform monitoring populer

Prinsip Desain

Arsitektur DEPSTORE mengikuti best practices industri dengan penekanan pada tiga pilar utama:

Event-Driven: Setiap interaksi diperlakukan sebagai event yang diproses melalui pipeline middleware, memungkinkan sistem yang loosely coupled dan mudah diperluas.

Pemisahan tanggung jawab (separation of concerns) diterapkan secara konsisten. Business logic, data access, security, dan external integrations dipisahkan dalam layer yang berbeda. Pendekatan ini membuat kode lebih mudah di-test dan di-maintain.

Optimasi performa menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan desain. Mulai dari strategi caching hingga indexing database, setiap aspek di-tune untuk mencapai throughput maksimal dengan latency minimal.

🏗️ Desain Sistem

Arsitektur Sistem

Pembahasan mendalam tentang struktur internal dan pola desain yang diterapkan

Gambaran Arsitektur

DEPSTORE mengadopsi arsitektur tiga lapis (three-tier) dengan pemisahan yang jelas antara presentation layer, business logic layer, dan data access layer. Masing-masing layer berkomunikasi melalui interface yang terdefinisi dengan baik.

Layer presentasi menangani semua komunikasi dengan Telegram API - parsing pesan masuk dan memformat respons keluar. Layer business logic mengimplementasikan fungsi inti seperti pemrosesan file, manajemen pengguna, dan otorisasi. Layer data access menyediakan abstraksi untuk operasi database.

Diagram Komponen

Alur Komponen: Bot Handler → Rantai Middleware → Router → Controller → Service Layer → Data Access → Database

Alur Permintaan

  1. Webhook Reception: Server Telegram mengirim update ke endpoint webhook
  2. Middleware Processing: Permintaan melewati autentikasi, rate limiting, dan logging
  3. Routing: Router mengarahkan ke controller yang sesuai berdasarkan tipe event
  4. Business Logic: Controller memanggil service layer untuk eksekusi operasi bisnis
  5. Data Operations: Service layer berinteraksi dengan data access untuk persistensi
  6. Response Generation: Hasil diformat dan dikirim kembali ke pengguna

Pola Desain Terapan

Beberapa design pattern yang diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas kode:

  • Middleware Pattern: Chain of responsibility untuk pemrosesan permintaan bertahap
  • Repository Pattern: Abstraksi akses data untuk fleksibilitas backend
  • Service Layer Pattern: Enkapsulasi logika bisnis yang kompleks
  • Factory Pattern: Pembuatan objek dengan dependency injection
  • Observer Pattern: Event emitters untuk komunikasi antar komponen

Pertimbangan Skalabilitas

Desain sistem memungkinkan scaling horizontal dengan instance aplikasi yang stateless. State disimpan di shared storage sehingga request dapat didistribusikan ke instance mana saja tanpa masalah session affinity.

⚙️ Engine Inti

Logika Utama

Detail implementasi event handling dan pemrosesan asynchronous

Pipeline Event Handler

Setiap interaksi dengan bot melewati pipeline yang canggih. Pipeline ini melakukan validasi, autentikasi, rate limiting, dan logging sebelum mencapai handler utama. Semua operasi berjalan secara asinkron untuk konkurensi maksimal.

Handler Upload Dokumen
bot.on('document', async (ctx) => {
    try {
        const { file_id, file_name, file_size } = ctx.message.document;
        
        // Validasi ukuran file
        if (file_size > MAX_FILE_SIZE) {
            return ctx.reply('⚠️ File terlalu besar. Maksimal 50MB');
        }
        
        // Dapatkan link download
        const fileLink = await ctx.telegram.getFileLink(file_id);
        
        // Download dengan streaming
        const buffer = await downloadFile(fileLink);
        
        // Proses dan simpan
        await processAndStore(buffer, file_name, ctx.from.id);
        
        await ctx.reply('✅ File berhasil diunggah');
        
    } catch (error) {
        logger.error('Upload gagal:', error);
        await ctx.reply('❌ Terjadi kesalahan saat memproses file');
    }
});
                

Manajemen Memori

Untuk menangani file besar tanpa overflow memori, sistem menggunakan pendekatan streaming. File diproses dalam chunk kecil alih-alih memuat seluruh konten sekaligus ke memori.

Pemrosesan Berbasis Stream
async function processLargeFile(fileUrl, destination) {
    return new Promise((resolve, reject) => {
        const writer = fs.createWriteStream(destination);
        
        https.get(fileUrl, (response) => {
            response.pipe(writer);
            
            let downloaded = 0;
            const total = parseInt(response.headers['content-length']);
            
            response.on('data', (chunk) => {
                downloaded += chunk.length;
                const progress = (downloaded / total) * 100;
                emitProgress(progress);
            });
            
            writer.on('finish', () => {
                writer.close();
                resolve(destination);
            });
        }).on('error', reject);
    });
}
                

Sistem Paginasi

Paginasi menggunakan pendekatan berbasis cursor dengan ukuran halaman optimal 6 item. Angka ini dipilih berdasarkan extensive user testing untuk keseimbangan terbaik antara information density dan ease of navigation.

Pembatasan Rate

Algoritma token bucket digunakan untuk rate limiting yang sophisticated. Pengguna mendapat bucket token yang terisi ulang secara periodik, memungkinkan burst traffic sambil tetap membatasi penggunaan berkelanjutan.

Batas Rate: Tier gratis: 30 req/menit | Premium: 100 req/menit | Enterprise: Batas custom dengan burst allowance

Penanganan Error

Error handling multi-layer dengan kategorisasi berdasarkan tingkat keparahan. Fatal errors memicu alert otomatis, sementara recoverable errors ditangani dengan retry otomatis menggunakan exponential backoff.

💾 Layer Data

Basis Data

Struktur penyimpanan dan strategi persistensi untuk performa optimal

Desain Penyimpanan

Penyimpanan berbasis JSON dipilih untuk keseimbangan optimal antara kesederhanaan, performa, dan maintainability. Untuk use case DEPSTORE dengan operasi read yang dominan, JSON files memberikan performa excellent dengan overhead minimal.

Skema Inti
{
    "users": [{
        "id": 12345678,
        "username": "johndoe",
        "tier": "premium",
        "registeredAt": "2024-01-15T10:30:00Z",
        "lastActive": "2024-02-02T14:25:00Z",
        "stats": {
            "downloads": 156,
            "uploads": 23
        }
    }],
    "scripts": [{
        "id": "scr_abc123",
        "name": "Auto Trading Bot v2.1",
        "category": "trading",
        "uploadedBy": 12345678,
        "uploadedAt": "2024-01-20T09:15:00Z",
        "fileId": "BQACAgUAAxkBAAI...",
        "fileSize": 524288,
        "downloadCount": 487,
        "verified": true
    }]
}
                

Operasi Atomik

Semua operasi tulis dilakukan secara atomik menggunakan pola write-then-rename. Data ditulis ke file temporary terlebih dahulu, kemudian di-rename secara atomik ke file database aktual untuk jaminan konsistensi.

Implementasi Atomic Write
class Database {
    async write(data) {
        const tempPath = `${this.dbPath}.tmp`;
        
        try {
            await fs.writeJson(tempPath, data, { spaces: 2 });
            await fs.rename(tempPath, this.dbPath);
            this.cache = data;
            return true;
        } catch (error) {
            await fs.remove(tempPath).catch(() => {});
            throw error;
        }
    }
}
                

Strategi Indexing

Index in-memory dibangun saat startup untuk lookup O(1). Primary index untuk field yang sering di-query, secondary index untuk mendukung fitur pencarian. Index di-update secara incremental saat ada perubahan data.

Backup & Recovery

Sistem backup otomatis dengan kebijakan retensi yang dapat dikonfigurasi. Full backup harian, incremental per jam, dengan kemampuan point-in-time recovery.

Tipe Backup Frekuensi Retensi Lokasi
Full Backup Harian 30 hari /backups/full/
Incremental Per Jam 7 hari /backups/incremental/
Snapshot On-demand 90 hari /backups/snapshots/
🔒 Keamanan

Protokol Keamanan

Lapisan keamanan berlapis untuk proteksi data dan integritas sistem

Autentikasi & Otorisasi

Autentikasi native Telegram sebagai lapisan auth primer dengan validasi signature webhook. Role-based access control (RBAC) dengan permission hierarkis untuk otorisasi granular.

Middleware Otorisasi
const authorize = (requiredTier) => {
    return async (ctx, next) => {
        const user = await db.getUser(ctx.from.id);
        
        if (!user) {
            return ctx.reply('❌ Pengguna tidak terdaftar');
        }
        
        const tiers = { 'free': 0, 'premium': 1, 'admin': 2 };
        
        if (tiers[user.tier] < tiers[requiredTier]) {
            return ctx.reply('❌ Akses ditolak');
        }
        
        ctx.state.user = user;
        await next();
    };
};
                

Validasi Input

Validasi dan sanitasi input komprehensif untuk semua input pengguna. Validasi berbasis skema menggunakan Joi untuk memastikan integritas data. Deteksi file berbahaya dengan verifikasi MIME type dan content scanning.

Proteksi Rate Limiting & DDoS

Rate limiting multi-tier dengan automatic IP blocking untuk pola yang mencurigakan. Integrasi dengan Cloudflare untuk mitigasi DDoS di level network.

Lapisan Proteksi: Level Network (Cloudflare) → Level Aplikasi (Token bucket) → Level User (Quota management)

Enkripsi

Enkripsi AES-256 untuk data at rest. TLS 1.3 untuk data in transit. Manajemen kunci yang aman dengan kebijakan rotasi dan integrasi HSM (Hardware Security Module) untuk production.

Audit Logging

Audit trail yang immutable untuk semua event terkait keamanan. Log disimpan sesuai compliance requirements dengan storage yang tamper-proof.

🔌 Integrasi

Integrasi API

Endpoint REST API dan integrasi third-party services

REST API

API REST yang komprehensif untuk akses programmatic. Semua endpoint mendukung JSON request/response dengan error handling konsisten dan pagination.

Endpoint Method Deskripsi Auth
/api/v1/scripts GET Daftar semua script Tidak
/api/v1/scripts/:id GET Detail script spesifik Tidak
/api/v1/scripts POST Upload script baru Ya
/api/v1/users/:id GET Profil pengguna Ya

Konfigurasi Webhook

Setup Express + Telegraf
const express = require('express');
const { Telegraf } = require('telegraf');

const app = express();
const bot = new Telegraf(process.env.BOT_TOKEN);

app.use(bot.webhookCallback('/webhook'));

bot.telegram.setWebhook('https://domain.com/webhook')
    .then(() => console.log('✅ Webhook terkonfigurasi'))
    .catch(err => console.error('❌ Setup gagal:', err));

app.listen(3000);
                

Integrasi Pihak Ketiga

Dukungan untuk cloud storage providers (S3, GCS), payment gateways (Stripe, PayPal), platform analytics (Google Analytics, Mixpanel), dan notification services (SendGrid, Twilio).

⚡ Performa

Optimasi Performa

Teknik untuk memaksimalkan throughput dan meminimalkan latency

Strategi Caching

Caching multi-level dengan kebijakan eviction LRU. In-memory cache untuk hot data, Redis untuk distributed caching antar instance.

Implementasi LRU Cache
class LRUCache {
    constructor(maxSize = 1000) {
        this.cache = new Map();
        this.maxSize = maxSize;
    }
    
    get(key) {
        if (!this.cache.has(key)) return null;
        
        const value = this.cache.get(key);
        this.cache.delete(key);
        this.cache.set(key, value);
        
        return value;
    }
    
    set(key, value) {
        if (this.cache.has(key)) {
            this.cache.delete(key);
        }
        
        if (this.cache.size >= this.maxSize) {
            const firstKey = this.cache.keys().next().value;
            this.cache.delete(firstKey);
        }
        
        this.cache.set(key, value);
    }
}
                

Pemrosesan Asinkron

Job queue untuk operasi berat. Bull queue dengan Redis backend untuk reliable job processing dengan kemampuan retry dan monitoring dashboard.

Optimasi Database

Query optimization dengan indexing yang tepat, lazy loading, result pagination, dan selective field projection untuk transfer data minimal.

Metrik Performa: 10K+ pengguna konkuren | < 200ms waktu respons avg | < 500ms latency p99 | 99.9% uptime

📈 Pertumbuhan

Strategi Skalabilitas

Pendekatan horizontal dan vertical scaling untuk menangani pertumbuhan

Horizontal Scaling

Arsitektur stateless memungkinkan horizontal scaling yang mudah. Multiple instance di-deploy di belakang load balancer dengan health check monitoring. Session state di shared storage untuk routing session-agnostic.

Vertical Scaling

Resource allocation tuning dengan heap limit yang sesuai. Worker threads untuk task CPU-intensive. Cluster mode untuk memanfaatkan multi-core processor secara efisien.

Scaling Database

Read replicas untuk mendistribusikan beban read. Strategi sharding untuk partisi data. Migration path ke distributed database (MongoDB, PostgreSQL) disiapkan untuk pertumbuhan masa depan.

Integrasi CDN

Static asset di-serve via CDN dengan aggressive caching. Edge locations untuk mengurangi latency secara global. Strategi cache invalidation untuk memastikan freshness.

📊 Observabilitas

Pemantauan & Analitik

Monitoring komprehensif untuk tracking kesehatan sistem dan performa

Koleksi Metrik

Metrik real-time dengan agregasi untuk analisis trend. Request rate, response time, error rate, resource utilization (CPU, memory, disk), dan business metrics.

Metrics Collector
class MetricsCollector {
    constructor() {
        this.metrics = {
            requests: { total: 0, success: 0, failed: 0 },
            latency: [],
            activeUsers: new Set()
        };
        
        setInterval(() => this.flush(), 60000);
    }
    
    recordRequest(success, latency) {
        this.metrics.requests.total++;
        success ? this.metrics.requests.success++ : 
                  this.metrics.requests.failed++;
        this.metrics.latency.push(latency);
    }
    
    flush() {
        const report = {
            timestamp: new Date().toISOString(),
            requests: this.metrics.requests,
            avgLatency: this.calculateAverage(this.metrics.latency),
            p99Latency: this.calculatePercentile(this.metrics.latency, 99)
        };
        
        this.sendToMonitoring(report);
        this.reset();
    }
}
                

Infrastruktur Logging

Structured logging dengan multiple level (debug, info, warn, error, fatal). Centralized logging service untuk agregasi dan analisis. Log rotation policy untuk manajemen storage.

Sistem Alert

Alert otomatis untuk threshold breach dan anomali. Notifikasi multi-channel (Telegram, email, SMS) untuk memastikan respons insiden yang cepat.

Dashboard

Dashboard real-time dengan integrasi Grafana. Visualisasi custom metrics untuk overview kesehatan sistem secara sekilas.

🚀 Operasi

Panduan Deployment

Prosedur deployment production dan best practices

Prasyarat

  • Node.js v18+ terinstall di target server
  • PM2 untuk process management (npm install -g pm2)
  • Domain dengan SSL certificate untuk HTTPS
  • Telegram Bot Token dari @BotFather
  • Minimal 2GB RAM, 2 CPU cores, 20GB disk space

Setup Awal

Konfigurasi Server
# Clone repository
git clone https://github.com/yourorg/depstore.git
cd depstore

# Install dependensi
npm install --production

# Setup environment
cp .env.example .env
nano .env

# Buat direktori
mkdir -p data backups logs

# Inisialisasi database
npm run db:init

# Jalankan test
npm test
                

Deployment PM2

Ecosystem Config
module.exports = {
    apps: [{
        name: 'depstore',
        script: './src/index.js',
        instances: 'max',
        exec_mode: 'cluster',
        env: {
            NODE_ENV: 'production'
        },
        max_memory_restart: '1G',
        autorestart: true
    }]
};
                

Update Tanpa Downtime

Perintah Update
# Pull kode terbaru
git pull origin main

# Install dependensi
npm install --production

# Reload tanpa downtime
pm2 reload ecosystem.config.js

# Verifikasi status
pm2 status
pm2 logs depstore --lines 50
                
✨ Panduan

Praktik Terbaik

Rekomendasi praktik untuk development dan operations

Kualitas Kode

  • Ikuti konfigurasi ESLint untuk coding style yang konsisten
  • Tulis test komprehensif dengan minimum 80% coverage
  • Dokumentasikan API dengan JSDoc comments
  • Gunakan naming yang meaningful dan self-documenting
  • Implementasikan proper error handling di semua async function

Praktik Keamanan

  • Jangan pernah commit credential ke version control
  • Update dependensi secara teratur untuk security patch
  • Implementasikan validasi input untuk semua user input
  • Gunakan parameterized query untuk operasi database
  • Aktifkan HTTPS only untuk production

Panduan Performa

  • Cache secara agresif untuk data yang sering diakses
  • Implementasikan pagination untuk dataset besar
  • Optimalkan query dengan indexing yang tepat
  • Gunakan compression untuk API response
  • Profile secara berkala untuk identifikasi bottleneck

Tips Pro: Selalu test di staging environment yang mirror production sebelum deploy. Ini menangkap isu spesifik environment sejak dini.

🔧 Bantuan

Penyelesaian Masalah

Isu umum dan solusi untuk resolusi masalah cepat

Bot Tidak Merespons

Gejala: Bot tidak merespons perintah atau pesan

Solusi:

  1. Cek status PM2: pm2 status
  2. Review log: pm2 logs depstore
  3. Verifikasi webhook: curl https://api.telegram.org/bot{TOKEN}/getWebhookInfo
  4. Restart: pm2 restart depstore

Penggunaan Memori Tinggi

Solusi:

  • Review file handling untuk memory leak
  • Cek ukuran cache dan eviction policy
  • Profile dengan node --inspect atau clinic.js
  • Sesuaikan threshold max_memory_restart

Waktu Respons Lambat

Solusi:

  • Cek performa database
  • Review cache hit rate
  • Monitor latency external API
  • Analisis slow query log
  • Pertimbangkan scaling resource

Butuh Bantuan? Email support@depstore.com atau join @depstore_emergency untuk bantuan segera